BBM Naik ,Di Tengah Inflasi Dan Krisis Ekonomi Yang Melanda Dunia

- Senin, 8 Agustus 2022 | 12:52 WIB
potret presiden republik Indonesia Joko Widodo  ( Instagram akun @jokowidodo)
potret presiden republik Indonesia Joko Widodo ( Instagram akun @jokowidodo)

URBANJABAR.COM - Pemerintah kini terus berupaya menjaga daya beli masyarakat ,upaya ini dilakukan dengan menekan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak naik.
 
Keputusan ini untuk menjaga kondisi Indonesia tetap kondusif.
 
Jika harga BBM naik,maka harga barang dan bahan pangan akan ikut naik.Demi mencegah ini kini pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi.
 
Presiden Jokowi menjelaskan jika mengikuti harga minyak dunia,seharusnya harga BBM naik.
 
Harga Pertalite seharusnya di patok Rp 17.100 per liter, sementara harga Pertalite yang dijual oleh Pertamina saat ini hanya sebesar Rp 7.650 per liter.
 
 
Presiden Jokowi menambahkan jika kebijakan ini diambil lantaran jika kenaikan harga BBM ini tidak ditahan maka masyarakat Indonesia akan melakukan demo dalam kurun waktu berbulan-bulan.
 
" Saya ingat dulu naik 10% saja demonya tiga bulan,kalau naik 100% lebih demonya bisa berapa bulan,ini yang sekarang dikendalikan oleh pemerintah dengan kebijakan subsidi,karena begitu harga bensin naik otomatis harga barang lainnya ikut naik bersama - sama." Ungkapnya.
 
Presiden Jokowi menambahkan jika pemerintah telah mengeluarkan anggaran subsidi yang cukup besar,sebanyak Rp 502 trilliun sudah digelontorkan untuk meredam kenaikan BBM dan pangan.
 
"Tidak ada negara yang berani memberikan subsidi sebanyak yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia." Ujar Jokowi pada pidato pembukaan acara silaturahmi nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) di Sentul Internasional Convention Center,Bogor,Jumat (5/8/2022)
 
"PBB dan IMF dari Bank Dunia menyampaikan bahwa akan ada 60 negara yang akan ambruk ekonominya,dan sekarang sudah mulai satu per satu,angkanya adalah 9 terlebih dahulu kemudian 25 dahulu, kemudian 42 mereka sudah secara detail mengkalkulasi." tambahnya.
 
 
Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia sekarang sedang turun bukan hanya Indonesia, tapi penurunan pertumbuhan ekonomi ini juga dirasakan negara - negara adidaya seperti Amerika dan Eropa.
 
Pasalnya saat ekonomi turun seperti ini tetapi inflasinya tetap naik.
 
Bahkan negara Amerika yang biasanya mengalami inflasi hanya pada kenaikan 1% kini sudah mencapai 9,1%,bensin juga mengalami kenaikan sebanyak 2 kali lipat hal serupa juga terjadi di Eropa, Sedangkan pemerintah Indonesia berusaha menekan harga barang agar tidak terjadi inflasi yang mempengaruhi daya beli masyarakat dan keseimbangan ekonomi.***

Editor: Ananta Catarina

Sumber: Youtube Sekretariat Presiden, Kompas TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X