Virus Cacar Monyet Kenali Penyebab Gejala Hingga Pencegahannya

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:34 WIB
Virus Cacar Monyet
Virus Cacar Monyet
URBANJABAR.COM- Virus Cacar Monyet atau Monkeypox adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Kasus ini sering ditemukan di dekat hutan hujan tropis yang terdapat hewan pembawa virus.

Bukti infeksi virus Cacar Momyet atau  Monkeypox telah ditemukan pada hewan termasuk tupai, tikus rebus Gambia, dormice, berbagai spesies monyet dan lain-lain.

Virus Cacar Monyet di tularkan pada manusia terbatas. dengan rantai penularan terpanjang yang didokumentasikan adalah enam generasi, yang berarti bahwa orang terakhir yang terinfeksi dalam rantai ini berjarak enam mata rantai dari orang sakit yang asli.

Virus Cacar Monet dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh, lesi pada kulit atau pada permukaan mukosa internal, seperti di mulut atau tenggorokan, tetesan pernapasan dan benda-benda yang terkontaminasi.
 
Baca Juga: Erick Thohir Kunjungi Rowobayu yang Dianggap sebagai lokasi asli KKN di Desa Penari: Sama gak kayak di film

Berikut ini Gejala Virus Cacar Monyet sebagai berikut:

1. Cacar monyet muncul dengan demam, ruam khas yang luas dan biasanya pembengkakan kelenjar getah bening. Penting untuk membedakan cacar monyet dari penyakit lain seperti cacar air, campak, infeksi kulit bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait pengobatan.

2. Masa inkubasi cacar monyet dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari. Tahap demam penyakit biasanya berlangsung 1 sampai 3 hari dengan gejala termasuk demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), sakit punggung, mialgia (nyeri otot), dan asthenia yang intens (kekurangan energi).

3. Tahap demam diikuti oleh tahap erupsi kulit, berlangsung selama 2 sampai 4 minggu. Lesi berkembang dari makula (lesi dengan dasar datar) menjadi papula (lesi nyeri yang menonjol) menjadi vesikel (berisi cairan bening) menjadi pustula (berisi nanah), diikuti oleh koreng atau krusta.

WHO (World Health Organization) Menjelaskan Pengobatan pasien monkeypox bersifat suportif tergantung pada gejalanya. Berbagai senyawa yang mungkin efektif melawan infeksi virus monkeypox sedang dikembangkan dan diuji.  

Pencegahan dan pengendalian cacar monyet bergantung pada peningkatan kesadaran di masyarakat dan mendidik petugas kesehatan untuk mencegah infeksi dan menghentikan penularan.
 
Baca Juga: Contoh Pidato Memperingati Hari Kebangkitan Nasional

Sebagian besar infeksi cacar monyet pada manusia disebabkan oleh penularan primer dari hewan ke manusia. Kontak dengan hewan yang sakit atau mati harus dihindari, dan semua makanan yang mengandung daging atau bagian hewan harus dimasak dengan benar sebelum dimakan.

Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi harus dihindari. Sarung tangan dan pakaian serta peralatan pelindung diri lainnya harus dipakai saat merawat orang sakit, baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah.

Populasi menjadi lebih rentan terhadap cacar monyet sebagai akibat dari penghentian vaksinasi cacar rutin, yang menawarkan beberapa perlindungan silang di masa lalu. 
 
 
Vaksinasi terhadap cacar dengan vaksin cacar berbasis virus vaccinia generasi pertama terbukti 85% efektif dalam mencegah cacar monyet di masa lalu. Anggota keluarga dan masyarakat, petugas kesehatan dan petugas laboratorium yang divaksinasi terhadap cacar di masa kanak-kanak mungkin memiliki perlindungan yang tersisa terhadap cacar monyet.***
 



 
 

Editor: Pheby Mawaddah Situmorang

Sumber: www.who.int

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penetapan Tersangka Kasus Holywings: Ego Sektoral?

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:30 WIB
X