Catat! Hubungi Hotline Ini Bila Temukan Keluhan Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter

- Kamis, 20 Januari 2022 | 22:11 WIB
Ilustrasi Minyak Goreng
Ilustrasi Minyak Goreng

URBANJABAR.COM- Kementrian Perdagangan (Kemendag) secara resmi mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp. 14.000 per liter. Kebijakan ini berlaku sejak Rabu, 19 Januari 2022 tepat pada pukul 00.01. 

Untuk memantau berjalannya implementasi minyak goreng satu harga pemerintah telah membuka hotline khusus yang dapat diakses oleh seluruh kalangan selama 24/7. Baik melalui pesan instan Whatsapp 081212359337 atau melalui email hotlinemigor@kemendag.go.id.  

Meski dijual dengan harga terjangkau, kebijakan ini tentunya tidak akan merugikan produsen.  Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah menyiapkan dana sebesar Rp7,6 Triliun untuk membiayai pembiayaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 Juta liter per bulan atau jika dikalkulasikan selama enam bulan kedepan akan menghabiskan 1,5 Milyar liter.

Baca Juga: Drama Korea Romantis 'A Business Proposal' Intip Ahn Hyo Seop dan Kim Sejeong Berdiri Dalam Satu Payung

“Melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng baik kemasan premium maupun kemasan sederhana akan dijual dengan harga setara Rp.14.000 per liter atau semua jenis kemasan baik kualitas premium maupun sederhana dengan ukuran mulai dari 1 liter sampai dengan jeriken 25 liter diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta UMKM,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam video Mendag: Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga yang tayang di channel Kementrian Perdagangan pada 19 Januari 2022.

Sebanyak 34 produsen minyak goreng menyatakan telah berkomitmen untuk dapat berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng satu harga ini. 

Baca Juga: Pemdes Ragemanunggal Pastikan Penerima BLT Dana Desa Tepat Sasaran

Ritel modern yang tergabung dalam anggota Asosiasi Pedagang Ritel Seluruh Indonesia (APRINDO) sebagai pemasar produk tahap awal akan diberikan waktu selama satu minggu sejak kebijakan ini ditetapkan untuk melakukan penyesuaian. Untuk kemudian akan dipastikan di pasar tradisional seluruh Indonesia. ***

 

 

Halaman:

Editor: Pheby Mawaddah Situmorang

Sumber: Kementerian Perdagangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X