Mengenal Lebih Dalam Mengenai Autisme

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:15 WIB
Ilustrasi penilaian negatif pada anak autisme (Youtube)
Ilustrasi penilaian negatif pada anak autisme (Youtube)
 
URBAN JABAR - Kata autisme memang sudah tidak asing di telinga kita. Kata autisme mungkin sering kita dengar berupa kata tambahan di dalam kalimat candaan bahkan hinaan.
 
Namun, apakah semua sudah mengerti apa itu autisme? Dan kenapa autisme identik dengan kalimat ejekan?
 
Kedua hal yang kurang menjunjung tinggi etika tersebut disebabkan kurangnya pemahaman tentang autisme yang sebenarnya. 
 
Perjuangan pihak keluarga dengan anggota keluarga autisme perlu diketahui guna mengerti bahwa autisme bukan sekedar hal sederhana. 
 
 
Selain itu, perlu juga dititikberatkan bahwa autisme bukanlah gila. Gila dengan autisme memiliki perbedaan. Autisme sudah terjadi sejak dalam kandungan dan bersifat permanen.
 
Tidak pernah ada orang tua atau seseorang yang menginginkan hal ini.
 
Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan suatu kelainan pada perkembangan sistem saraf seseorang.
 
 
Kelainan dapat diakibatkan karena faktor hereditas. Biasanya, gejala autisme sudah dapat dikenali sejak bayi berusia 6 bulan.
 
Autisme tidak dapat diartikan secara sederhana. Autisme tidak terbatas pada seseorang dengan masalah komunikasi ataupun seseorang dengan keterbelakangan mental. Sekali lagi, autisme bukanlah gila.
 
Gejala umum penderita autisme dapat dikenali melalui 3 tanda:
1. Penderita autisme akan memiliki masalah dalam melakukan interaksi sosial
2. Penderita autisme juga mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi
3. Penderita autisme biasanya memiliki gangguan perilaku berupa gerakan yang repetitif
 
 
Penderita autisme akan merasa tidak nyaman pada keramaian. Penderita ini juga akan sulit dalam memahami perasaan orang lain termasuk mengekspresikan perasaannya. 
 
Penderita autisme akan memiliki intonasi, ekspresi, dan gaya bicara yang sama. Sehingga akan butuh effort lebih untuk memahami penderita autisme.
 
Penderita autisme akan sulit memahami perkataan orang lain terutama pada kalimat yang mengandung candaan, humor, bahkan hinaan.
 
 
Biasanya, penderita autisme sering mengucapkan kata yang berulang.
 
Autisme memiliki tingkat yang berbeda-beda menurut keparahannya. Autisme dapat dibagi menjadi 3 tingkat yaitu:
1. Autisme ringan
Autisme ringan cenderung memiiki kesulitan dalam bersosialisasi tetapi tidak mengganggu kehidupannya. Sebagian penderita autisme ringan memiliki iq yang sangat tinggi.
2. Autisme sedang
Penderita autisme sedang akan kesulitan dalam berkomunikasi dan berekspresi.
3. Autisme berat
Penderita autisme berat disarankan untuk selalu diawasi dan ditemani. Penderita ini akan sangat tidak sensitif atau sangat sensitif terhadap sekelilingnya. 
 
Autisme memang berlaku sepanjang hidup. Namun, bukan untuk terdiskriminasi sepanjang hidupnya. 
 
 
Autisme bukanlah suatu kegilaan. Autisme juga bukan alasan untuk pembenaran diskriminasi.
 
Oleh karena itu, stop gunakan kata autis untuk membumbui suatu candaan dan hinaan.***
 

Editor: Fauzi Ghanim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 7 Sekte Paling Berbahaya di Dunia, Bikin Ngeri

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:02 WIB
X