Brigadir RR Ajudan Istri Ferdy Sambo Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:48 WIB
Penetapan status Brigadir RR sebagai tersangka (PikiranRakyat.com)
Penetapan status Brigadir RR sebagai tersangka (PikiranRakyat.com)

URBANJABAR.COM - Kini Bareskrim Polri telah mengkonfirmasi status Brigadir Ricky atau Brigadir RR sebagai tersangka terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Kemudian status Brigadir Ricky kini telah menjadi tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

"Sudah ditahan di Bareskrim," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, pada Minggu 7 Agustus 2022.

Baca Juga: Jadi Tersangka Baru, Ferdy Sambo Diduga Buat Rekayasa Tembak-Menembak di TKP

Ketika ditanya mengenai status Ricky, Andi tidak menjelaskan secara rinci mengenai status Ricky.

Dan begitu juga dengan peran yang bersangkutan dalam kasus Brigadir J.

"Apa ada orang yang ditahan, statusnya bukan tersangka?" kata Brigjen Andi Rian Djajadi.

Andi juga meluruskan kabar jika ajudan dan asisten rumah tangga (ART) dari Ferdy Sambo ditangkap oleh Timsus.

Baca Juga: Tak Tanggung-Tanggung, 31 Polisi Diduga Langgar Kode Etik atas Kasus Terbunuhnya Brigadir J

Bharada RE dan juga Brigadir RR merupakan seorang sopir dan ajudan dari istri Ferdy Sambo.

"Bohong itu. Yang benar Bharada RE dan Brigadir RR,"imbuh Andi.

"Sopir dan ajudan ibu PC,"kata Andi sambung ucapannya.

Menurut informasi yang ada, Inspektorat Khusus (Itsus) Polri telah menempatkan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob selama 30 hari.

Hal itu mengenai pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Ferdy Sambo.

"Tiga puluh hari ke depan info dari itsus," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, pada Minggu 7 Agustus 2022 lalu.

Baca Juga: Ferdy Sambo Tersangka Kasus Brigadir J, Kapolri Ungkap yang Dilakukan Ferdy di TKP

Ferdy Sambo juga diduga telah membuat pelanggaran terhadap prosedur dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Ferdy Sambo dinyatakan tidak profesional dalam hal tugasnya yakni, pengambilan CCTV.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers Sabtu 6 Agustus 2022 lalu.

Dirinya menjelaskan, mengenai hasil pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo oleh Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) atau Inspektorat Khusus (Irsus).

"Dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan, Wasriksus, terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri,"ujar Irjen Dedi Prasetyo, Sabtu 6 Agustus 2022 lalu.

Pada hasil pemeriksaan Irsus terhadap sekitar 10 saksi dan beberapa bukti.

Baca Juga: Menelisik Gerak Gerik Ferdy Sambo dalam Permohonan Maafnya, Kirdi: Kalimatnya Menimbulkan Opini Publik

Dugaan Irjen Ferdy terkait melakukan pelanggaran yang menyangkut masalah ketidak profesionalan di dalam olah TKP.

"Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus, yaitu di Kor Brimob Polri. Ini masih berproses,"imbuh Dedi Prasetyo.

Dedi menyebut Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob pada Sabtu 6 Agustus 2022 sore.

Dirinya mengatakan, bahwa hal itu merupakan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

"Proses ini betul-betul berjalan secara independen kemudian secara akuntabel dan prosesnya harus cepat. Ini sesuai dengan perintah Bapak Kapolri. Kita lebih fokus ke timsusnya karena timsus ini pro justitia, apa yang dilakukan semuanya memiliki pertanggungjawaban keadilan,"imbuh Dedi.***

Editor: Ferdiansyah Nur Syahbana

Sumber: Narasi Newsroom

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X