Contoh Khutbah Jumat Tema Janji Surga Bagi Orang yang Mau Memaafkan

- Kamis, 19 Mei 2022 | 16:00 WIB
Contoh Khutbah Jumat Tema Janji Surga Bagi Orang yang Mau Memaafkan (islampos.com)
Contoh Khutbah Jumat Tema Janji Surga Bagi Orang yang Mau Memaafkan (islampos.com)
 
URBANJABAR.COM - Contoh khutbah jumat tema janji surga bagi orang yang mau memaafkan berisi nasihat yang bermakna.
 
Nasihat yang disampaikan pada khutbah ini begitu dalam agar kita senantiasa menjadi orang yang pemaaf dan mau memaafkan.
 
Karena janji Allah ialah surga bagi orang-orang yang senantiasa ikhlas memaafkan kesalahan orang lain.
 
Berikut contoh khutbah jumat dengan tema surga bagi orang yang mau memaafkan:
 
 
KHUTBAH I  
 
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ 
 
 أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
 
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
 
Jama'ah sidang Jum'at yang dirahmati Allah
Marilah kita bersama sama meningkatkan ualitas iman dan takwa kita kepada Allah dngan ikhlas mengerjakan apa apa yang diperintahkan dan ikhlas meninggalkan apa apa yang dilarangnya.
 
Pada kesempatan siang hari ini
Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu "Janji Surga bagi orang yang mau memaafkan".
 
Jama'ah sholat Jum'at yang dimuliakan Allah
 
Untuk menambahkan kekuatan hati kita agar bisa berjiwa besar, agar bisa mema'afkan kesalahan saudara saudari kita, marilah kita merenenungkan sebuah kisah yang terdapat dalam sebuah hadits.
 
Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya, di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih.
 
Umar ra yang berada di di situ, bertanya, “Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?”
 
Rasulullah SAW menjawab, “Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.
 
Allah SWT berfirman, “Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?”
 
Orang itu berkata, “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya.”
 
Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis. Lalu, Rasulullah berkata, “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya.”
 
Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya. Lalu Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi,
 
“Angkat kepalamu..!”
 
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata, “Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan berlian, intan dan permata. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb? Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb? Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’
 
Allah berfirman, “Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya.”
 
Orang itu berkata, “Siapakah yang akan mampu membayar harganya, ya Rabb?”
 
Allah berfirman, “Engkau juga mampu membayar harganya.
 
Orang itu terheran-heran, sambil berkata, “Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?”
 
Allah berfirman, “Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku.”
 
Orang itu berkata, “Ya Rabb, kini aku memaafkannya.”
 
Allah berfirman, “Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu.”
 
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin.” ( Kisah ini ada dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
 
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40). Orang yang bisa bersabar atas hinaan, cacian dan cemoohan orang lain, dan memaafkan kesalahan mereka, maka Allah berjanji kepadanya akan memberikan pahala atas kesabarannya.
 
Dalam hadits lain, Nabi SAW mengatakan lebih baik sabar dan menahan amarah saat dihina. Sebab menahan amarah adalah tanda kuatnya seseorang. “Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah.” (HR. Al-Bukhari no. 6114).
 
Masyiral muslimin jama'ah sholat Jum'at yg dirahmati Allah
 
Sampai hari ini sudah berapa orang yang kita maafkan dari tanggal satu Syawal sampai sekarang tapi hampir 100 persen orang orang yang kita ma'afkan tersebut tidak bersalah kepada kita hingga kita sangat mudah memaafkan nya.
 
Tapi sampai hari ini, adakah yang kita ma'afkan baik dari pihak Keluarga kita, kerabat kita, sahabat kita yang pernah berbuat salah kepada kita, bahkan salah fatal terhadap kita?
 
Adakah mereka sudah kita maafkan sejak tanggal satu kemarin sampai hari ini?
 
Adakah kita sudah memaafkan orang yg kita benci bahkan paling kita benci?
 
Jawaban ada dihati kita masing masing.
 
Siapasih kita ini sebenarnya, bagai mana mungkin kita bisa mengharapkan maafnya Allah. Sementara hati kita begitu berat untuk memaafkan saudara kita, sahabat kita
keluarga kita bahkan tetangga kita. 
 
Mulailah dari sekarang di bulan Syawal ini, dihari yang agung ini,
bukalah pintu maaf yang seluas luasnya, kepada siapapun.
 
Rasulullah sendiri, walau sudah dihunuskan pedang akan dibunuh tapi beliau tetap memaafkan, sudah dilempari batu ttap memaafkan,
dihina, dicaci, dicemoohkan sekalipun namun beliau tetap memaafkan nya,
 
Allah berfirman dalam Al Qur'an surat Al Jatsiah ayat 14:
 
قُلْ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَغْفِرُوْا لِلَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ اَيَّامَ اللّٰهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا ۢبِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
 
Qul lillażīna āmanụ yagfirụ lillażīna lā yarjụna ayyāmallāhi liyajziya qaumam bimā kānụ yaksibụn.
 
Artinya: "Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan".
 
Demikianlah Khutbah Jum'at yang singkat ini, semoga Allah berkenan melapangkan dada kita untuk bisa memaafkan orang orang yang kita benci. Orang orang yang pernah menyakiti kita, orang orang yang pernah mendzolimi kita, pernah
mengambil hak kita. Aamiin Allahhumma Aamiin
 
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
 
KHUTBAH II
 
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
 
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
 
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
 
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ رَبَّنَا ظلمناأَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً 
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِوَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِوَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 
 
عِبَادَاللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَ اْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 
 
 
Demikianlah contoh khutbah jumat dengan tema surga bagi orang yang mau memaafkan. Semoga bermanfaat.***

Editor: Fauzi Ghanim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hikmah Haid Bagi Wanita

Senin, 20 Juni 2022 | 22:53 WIB
X