Contoh Khutbah Jumat Tema Buah Ramadhan Terbukti di Bulan Syawal

- Kamis, 19 Mei 2022 | 08:32 WIB
Contoh Khutbah Jumat Tema Buah Ramadhan Terbukti di Bulan Syawal (nu.or.id)
Contoh Khutbah Jumat Tema Buah Ramadhan Terbukti di Bulan Syawal (nu.or.id)
 
URBANJABAR.COM - Contoh khutbah jumat kali ini mengangkat tema buah Ramadhan terbukti di bulan Syawal.
 
Segala amal kebaikan yang dilakukan selama Ramadhan tentunya harus tetap dijaga di bulan Syawal dan bulan lainnya.
 
Karena buah Ramadhan akan terbukti di bulan Syawal apabila kebaikan tersebut tetap dilakukan.
 
 
Simak contoh khutbah jumat tema buah Ramadhan terbukti di bulan Syawal berikut ini:
 
KHUTBAH I
 
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
 
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
 
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْن.
 
Jama'ah sidang Jum'at yang dirahmati Allah
Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas Iman dan takwa kita kepada Allah dengan maksimal kan amalan hati.
 
Ingat Allah, ingat sesama, ingat perhitungan. Dan merasa selalu diawasi Allah dimanapun kita berada. 
 
Pada kesempatan siang hari ini
Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu Buah Ramadhan Terbukti di Bulan Syawal.
 
Masyiral Muslimin jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah
 
Pada dasarnya ibadah yang kita lakukan setiap harinya ada dua kategori:
 
Pertama, ibadah kepada Allah.
Yaitu segala bentuk amal ibadah yang telah ditentukan dengan mengikuti cara Rosulullah SAW
sebagai suri teladan yg Allah tetapkan.
 
Kedua, adalah segala bentuk ibadah sosial yang berhubungan dengan sesama. Sementara dalam sebuah hadits dikatakan:
 
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
 
"Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah”. (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816).
 
Sebagai mana kita ketahui dalam hadits tadi bahwa untuk bisa dapat kaplingan syurga itu hanya dengan rahmat Allah. Bukan karena banyaknya jumlah ibadah, bukan karena kehebatan kita bangun malam.
 
Bukan karena kekuatan kita bisa puasa sepanjang hari, bukan karena haji kita yang ber ulang-ulang, dan
umroh kita yang hampir setiap tahun.
 
Tetapi lupa pada sesama, lupa bersilaturahmi pada sesama, lupa kalau ada tetangga sahabat dan kerabat yang terbaring dirumah sakit, terbaring dirumah mereka masing masing. Seolah mereka yang sakit itu urusan mereka sendiri.
 
Masyiral muslimin rahima kumullah
Terkadang masih juga sebagian kita lupa kalau ada tetangga yang kelaparan.
 
Lupa kalau ada tetangga yang tidak punya pakaian, seolah olah mereka miskin karna salah mereka sendiri tidak giat mencari rizki.
 
Padahal sudah seharusnya mereka mengetahui hal ini. Allah berfirman:
 
لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ 
 
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai". (QS Ali Imron: 92).
 
Boleh jadi kita rajin bayar zakat
tapi lupa bersadaqoh. Tak mau peduli pada tetangga, pada kerabat, pada sahabat. Yang penting kewajiban zakat sudah terpenuhi
 
Tetapi bagaimana kita bisa mencapai derajat yg kita inginkan?
 
Dalam sebuah kisah diceritakan:
 
Suatu malam, saat hendak mengambil wudhu untuk sholat tahajud, Abu bin Hisyam kaget dengan kedatangan sesosok makhluk. Makhluk itu berada di bibir sumur.
 
" Wahai hamba Allah, siapakah engkau?" tanya Abu bin Hisyam.
 
" Aku adalah malaikat utusan Allah SWT," jawab makhluk itu.
 
Jawaban itu membuat Abu bin Hisyam semakin kaget sekaligus bangga. Dia lalu bertanya, " Apa yang kamu lakukan di sini?"
 
" Aku diperintahkan untuk mencari hamba pecinta Allah SWT," jawab malaikat.
Peristiwa mengejutkan pria itu dibuat penasaran dengan barang yang dibawa malaikat. Buku catatan yang sangat tebal. Dia bertanya lagi mengenai buku tersebut.
 
" Wahai malaikat, buku apakah yang engkau bawa?" tanya Abu bin Hisyam.
 
" Ini adalah kumpulan nama-nama para hamba pencinta Allah SWT," kata malaikat.
 
Abu bin Hisyam berharap namanya ada dalam buku tersebut. Untuk mendapatkan kepastian, dia bertanya apakah namanya tercantum di daftar dalam itu kepada malaikat.
 
Maklum saja, Abu bin Hisyam sangat rajin ibadah, sering sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah SWT. Sayangnya, malaikat tidak menemukan nama Abu bin Hisyam dalam buku catatan tersebut.
 
Abu bin Hisyam meminta malaikat memeriksa kembali buku tersebut. Barangkali namanya terlewat dari daftar.
 
" Betul, namamu tidak ada dalam buku ini," kata malaikat.
Sebabnya... Abu bin Hisyam seketika gemetar dan jatuh tersungkur lalu menangis.
 
" Betapa ruginya aku yang selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajud dan bermunajat, tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pecinta Allah SWT," kata Abu bin Hisyam dalam tangisnya.
 
" Wahai Abu bin Hasyim, bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam ketika yang lain tidur, mengambil air wudhu dan kedinginan pada saat orang lain terlelap dalam buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allah SWT menulis namamu," kata malaikat.
 
Ucapan tersebut membuat Abu bin Hisyam penasaran. Dia kemudian bertanya mengapa Allah SWT sampai melarang malaikat mencatat namanya.
 
"Apa gerangan yang menjadi penyebabnya?" kata Abu bin Hisyam.
 
"Engkau memang bermunajat kepada Allah SWT, tapi engkau pamerkan dengan rasa bangga hal tersebut ke mana-mana dan asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan kirimu ada orang sakit dan lapar, tidak engkau jenguk dan beri makan. Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah SWT dan dicintai oleh-Nya, kalau engkau sendiri tidak pernah mencintai hamba-hamba yang diciptakan Allah SWT?" kata malaikat.
 
Abu bin Hisyam pun kaget bukan main. Dia tersadar ibadah ternyata bukan semata urusan antara makhluk dengan Khalik semata, namun juga sesama manusia dan alam.
 
Hal ini sudah diperingatkan oleh Rosulullah SAW. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
 
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280).
 
Sidang Jum'at yang mulia
Sebagai kesimpulan kemenangan yang kita raih dibulan Syawal adalah
 
"Peduli Kepada Sesama"
 
Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfa'at bagi orang lain.
 
Untuk bisa merai kasih sayang Allah
maka sayangilah mereka, saudara saudara kita. Niscaya kita akan disayang Allah.
 
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
 
KHUTBAH II
 
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ 
 
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
 
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
 
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
 
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ 
اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
 
اَللهُمَّ رَبَّنَا ظَلَمْنَ أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا 
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
 
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً 
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
 
عِبَادَاللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
 
 
Itulah contoh khutbah jumat dengan tema buah Ramadhan terbukti di bulan Syawal. Semoga bermanfaat.***

Editor: Fauzi Ghanim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hikmah Haid Bagi Wanita

Senin, 20 Juni 2022 | 22:53 WIB
X