Hukum Islam Tentang Mengganti Nama Anak Karena Sering Sakit, Diperbolehkan?

- Kamis, 13 Januari 2022 | 07:19 WIB
Potret Ayah dan Bayi
Potret Ayah dan Bayi
URBANJABAR.COM. Sudah menjadi kebiasaan yang beredar di masyarakat Indonesia untuk mengganti nama anak yang sering sakit karena dianggap keberatan nama istilahnya.
 
Diharapkan, anak akan cepat sembuh, sehat kembali dan tidak lagi sering sakit sesudah namanya diganti dengan nama yang baru.
 
Dalam hukum Islam, mengganti nama anak atau seseorang memang pernah dilakukan oleh Rosulullah SAW yang berarti hukumnya boleh.
 
Namun yang perlu dipahami, Rosulullah SAW mengganti nama-nama mereka karena memiliki arti yang tidak baik atau dilarang.
 
Adapun dalil yang menjelaskan adalah: "Rasulullah SAW mengganti nama 'Ashiyah (artinya wanita yang suka bermaksiat) seraya berkata "Nama kamu adalah Jamilah (artinya wanita yang cantik)", HR Muslim Nomor 2139.
 
 
Dalam hadus lain, dari Usamah bin Akhdari, ia berkata, "ada seseorang bernama Ashrom, dia bersama sekelompok orang mendatangi Rasulullah SAW, Beliau SAW lantas bertanya "siapa namamu?" ia menjawab "Ashrom", Beliau bersabda "sekarang namamu berganti menjadi Zur'ah." (HR Abu Daud nomor 4954 Syekh Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).
 
Alasan Rosulullah SAW mengganti nama orang tersebut karena Ashrom memiliki arti terpotong atau melarat sedangkan Zur'ah artinya tumbuh atau subur.
 
Ada juga dalam suatu riwayat, telah menceritakan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada orang-orang, katanya telah mengabarkan kepadaku Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah dia berkata, "saya duduk di hadapan Sa'id bin Mysayyib maka dia menceritakan kepadaku, bahwa kakeknya datang kepada Nabi SAW dalam keadaan sedih, lalu Beliau bertanya "siapakah namamu?" dia menjawab "namaku Hazn".
 
"Beliau bersabda sekarang namamu adalah Sahl." Namun dia berkata "tidak, aku tidak akan merubah nama yang pernah diberikan oleh Ayahku." Ibnu Musayyid berkata, "sesudah itu keluarga terus menerus dalam keadaan khuzunah (susah)," HR Bukhari Nomor 6193.
 
Berdasarkan beberapa hadis diatas dapat diambil contoh dan pelajaran bahwa Rosulullah SAW merubah nama-nama yang memiliki arti buruk.
 
Berarti hukumnya boleh dalam Islam mengganti nama anak ataupun seseorang yang mengandung arti buruk, jelek, jahat karena nama adalah doa.
 
 
Sedangkan mengganti nama karena takut terhadap takdir buruk yang diderita penyandang nama tidak diperbolehkan karena termasuk mengambil sebab yang bukan sebab, itu termasuk kepada kesyirikan.
 
Jadi, mengganti nama anak karena takut sering sakit atau istilahnya keberatan nama hukumnya tidak diperbolehkan dalam Islam. 
 
Hal ini diperkuat melalui Fatwa Lajnah Daimah (MUI di Negara Saudi) volume 2, no.95 yang berbunyi:
 
"Akan tetapi mengubah nama untuk pengobatan karena sakit, adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan. Karena ini berawal dari keyakinan yang menyimpang, yang tidak ada dalam syariat juga tidak terbukti secara ilmu kedokteran yang menyebutkan bahwa itu termasuk sebab untuk menyembuhkan orang sakit."
 
Maka dapat diambil kesimpulan bahwa merubah nama anak karena sering sakit tidak diperbolehkan dalam hukum Islam.***
 

Editor: Pheby Mawaddah Situmorang

Sumber: mahasiswa.salaf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut Ini 5 Cara Cepat Kaya Menurut Ajaran Islam

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:25 WIB
X